4 Strategi Fixed Income Fund dari Syailendra yang Layak Dilirik

media-image

Memasuki paruh kedua tahun 2025, pasar obligasi Indonesia menunjukkan momentum pemulihan yang semakin solid. Dua indikator utama mengonfirmasi tren positif ini:
- Yield SUN 10 tahun (ID10Y) turun ke 6,58%, dari posisi awal tahun 7,24% — menandakan adanya kenaikan harga obligasi pemerintah.
- Dana asing mengalir masuk ke pasar obligasi sebesar $2,5 miliar, cukup untuk mengimbangi tekanan dari arus keluar investor asing di pasar saham (IHSG) sebesar $2,4 miliar.

Apa artinya? Investor mulai memposisikan diri untuk menghadapi potensi penurunan suku bunga. Di saat yang sama, penurunan jumlah penerbitan SRBI dan yield-nya yang makin mengecil (6,1% – 6,2%) membuka ruang bagi reksadana pendapatan tetap untuk kembali bersinar.

Dalam kondisi pasar seperti ini, pendekatan yang tepat bisa membuat perbedaan besar dalam portofolio. Berikut ini pilihan produk dari Syailendra yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan investor:

AD_4nXd9E3VnfRv06tudV3Ci8Jow1FsRTlTJAQfAxWl-CdqNGNo1MH7MmXRARihmmI9Fk5hmbeOHgBySHF2lAz7ymjO91cavZEDkvNwScqy0Jac7Z2pOM2tLFWSrnekGBMk1S7iPKL6_?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

1. Syailendra Fixed Income Fund (SFIF)
Return 1Y: +6,7%
Fokus pada obligasi pemerintah (88,8%) dengan durasi panjang (5,8x) — strategi ini ideal untuk menangkap potensi capital gain saat suku bunga mulai turun.

2. Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP)
Return 1Y: +5,93%
Mengandalkan obligasi korporasi (72,7%) berdurasi pendek (1,6x) untuk menjaga stabilitas, dengan tambahan obligasi pemerintah berdurasi menengah-panjang (5,4x) untuk menangkap peluang yield.

3. Syailendra Pendapatan Total Return (SPTR)
Return 1Y: +6,73%
Menawarkan fitur dividen reguler dan portofolio seimbang: obligasi korporasi (78,3%) berdurasi pendek (1,9x) serta obligasi pemerintah berdurasi 4,9x.

4. Syailendra Shariah Fixed Income Fund (SSFIF)
Return 1Y: +8,9%
Alternatif syariah dengan fokus pada sukuk korporasi (47%) dan sukuk negara (37%) berdurasi pendek — stabil, efisien, dan sesuai prinsip syariah.

Fleksibilitas adalah Kunci di Tengah Perubahan Arah Suku Bunga

Dengan membaiknya likuiditas pasar dan potensi penurunan suku bunga, investor perlu mulai menyesuaikan strategi. Reksa dana pendapatan tetap — baik konvensional maupun syariah — bisa menjadi solusi untuk menghadapi dinamika pasar sembari tetap menjaga potensi imbal hasil.