Kalau kamu sempat ngecek portofolio 3 produk Fixed Income Syailendra (SSFIF, SPTP, dan SPTR-A), kamu mungkin sadar bahwa sekitar 30% dari obligasi korporasinya berasal dari sektor Pulp & Paper, terutama dari grup perusahaan APP (kayak INKP, Lontar Papyrus, OKI Pulp & Paper, dan Pindo Deli).
Pertanyaannya, kenapa sih sektor ini jadi andalan?
Obligasinya Aman dan Bunganya Menarik
Obligasi dari APP Group ini punya rating idA, artinya termasuk investment grade alias layak investasi karena risikonya relatif rendah. Menariknya lagi, kupon atau bunganya juga lumayan tinggi: antara 7%–10,5%, baik versi konvensional maupun versi sukuk.
APP Group Sudah Banyak Berubah
Memang benar, APP Group pernah mengalami gagal bayar besar-besaran di awal 2000-an (total utangnya waktu itu sampai $13,9 miliar!). Tapi sekarang kondisinya sudah sangat berbeda. Ada 4 hal penting yang menunjukkan mereka makin sehat dan bertanggung jawab:
1. Laporan keuangannya sudah transparan
INKP (anak usaha APP Group yang tercatat di bursa) sudah mengikuti standar internasional dan rutin diaudit pihak independen. Jadi kita bisa percaya bahwa laporan mereka valid.
2. Transaksi antar perusahaan diawasi ketat
Kalau ada transaksi besar antar perusahaan yang masih dalam satu grup, harus disetujui dulu oleh pemegang saham independen. Ini mencegah praktik-praktik yang bisa merugikan investor.
3. Ada banyak penjamin efek lokal
Obligasi dan sukuk yang mereka terbitkan dijamin oleh 10 institusi penjamin lokal. Mereka punya full commitment, artinya siap menanggung jika terjadi masalah. Dan karena mereka lokal, mereka lebih paham kondisi hukum dan politik di Indonesia.
4. Keuangan perusahaan sehat
Dari sisi keuangan, APP Group terlihat prudent atau hati-hati. Kas dan aset lancarnya lebih besar dari total utang, dengan Net Gearing Ratio cuma 0,38x. Kemampuan bayar bunganya juga oke, dengan Interest Coverage Ratio sebesar 2,96x.
Potensi Cuan Lebih Besar, Risiko Lebih Kecil
Dengan banyaknya perbaikan dari sisi transparansi dan keuangan, risiko gagal bayar dari APP Group sekarang jauh lebih kecil. Dan karena kupon obligasinya jauh lebih tinggi dibanding dividen INKP (yang rata-rata cuma 0,6% per tahun dalam 5 tahun terakhir), enggak heran kalau produk Fixed Income Syailendra memilih masuk ke obligasi ini.
Untuk investor yang cari cuan stabil dari pendapatan tetap, sektor ini bisa jadi salah satu pilihan menarik.