MSCI May Rebalancing: Welcome, GOTO!

media-image

Rebalancing indeks adalah proses yang sangat dinanti-nanti oleh para investor, karena ini memberi gambaran tentang bagaimana komposisi pasar berubah dan bagaimana performa suatu saham dapat mempengaruhi portofolio investasi. 

Salah satu peristiwa penting yang terjadi kemarin adalah rebalancing pada MSCI Indonesia Value Index. Proses ini bisa mempengaruhi alokasi investasi dan memberikan peluang bagi saham-saham yang terpilih untuk menonjol.

Apa Itu MSCI dan MSCI Value?

MSCI (Morgan Stanley Capital International) adalah salah satu penyedia indeks global terkemuka yang digunakan oleh investor di seluruh dunia untuk membandingkan kinerja saham di pasar yang berbeda. 

Sementara itu, MSCI Indonesia Value Index adalah indeks yang mengukur kinerja saham-saham yang dipilih berdasarkan prinsip value investing, di mana saham dengan valuasi lebih rendah dan potensi pertumbuhan yang solid mendapat bobot lebih tinggi.

Indeks MSCI Value sendiri mengarah pada saham-saham yang dianggap undervalued—saham dengan harga lebih rendah dari nilai wajarnya—yang biasanya memberikan potensi lebih besar dalam jangka panjang. 

Di Indonesia, Syailendra adalah satu-satunya manajer investasi yang mengacu pada MSCI Indonesia Value Index, menjadikannya pilihan unik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap saham-saham undervalued di pasar Indonesia.

Apa yang Baru di Rebalancing Mei 2025?

Berikut adalah hasil utama dari rebalancing MSCI Indonesia Value Index Mei 2025:

1. GOTO Masuk Lagi ke Konstituen Indeks
GOTO kembali bergabung dalam MSCI Indonesia Value Index setelah sebelumnya keluar pada November 2024. Meskipun masih berstatus loss making, GOTO menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan. Pada kuartal I/2025, GOTO mencatatkan Adjusted EBITDA positif sebesar Rp 393 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian yang tercatat pada kuartal I/2024. Dengan bobot 2,9%, ini menandakan bahwa GOTO semakin diakui oleh pasar, meskipun jalan menuju profitabilitas masih panjang.

2. Kenaikan Bobot Tiga Konstituen Utama
Beberapa saham mengalami kenaikan bobot dalam indeks, yaitu:

TPIA (+0,2%)
ADRO (+0,6%)
UNTR (+1,8%)

Ini menunjukkan bahwa ketiga saham ini semakin menarik di mata investor, dan peningkatan bobot mereka mencerminkan potensi pertumbuhan yang lebih baik.

3. Penurunan Bobot pada Beberapa Saham, Termasuk BBRI
BBRI mengalami penurunan bobot terbesar (-1,9%) namun tetap mendominasi dengan bobot 33,1%. Meskipun penurunan bobot ini cukup signifikan, BBRI tetap menjadi pemimpin dalam komposisi MSCI Indonesia Value Index.

AD_4nXeff7PixSs-tXjzwxLNb5pSGhlKuAMTHeclk8U_3TJ22Hgto9nkeAAHp_M00f5ffHUEIZZSEpQ29mZkHoTsiAw-h9g3LbRCSlGzIUAhKdCRQPeNf1AGmngyOrpEqx1jSfjG4PcZEA?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Rebalancing MSCI Indonesia Value Index memberi sinyal bahwa pasar sedang menilai ulang saham-saham yang memiliki potensi untuk tumbuh di masa depan, meskipun beberapa saham seperti GOTO masih dalam fase perbaikan. Selain itu, penurunan valuasi MSCI Indonesia Value Index menunjukkan bahwa saat ini, pasar memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli saham-saham dengan valuasi yang lebih murah. 

Berdasarkan data, P/E MSCI Indonesia Value Index saat ini hanya 9,51x, jauh di bawah rata-rata P/E 10 tahun yang sebesar 13,2x.

Dengan adanya rebalancing ini, investor dapat lebih memahami pergerakan pasar dan memanfaatkan peluang investasi yang ada. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang mengelola portofolio atau mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia, memahami rebalancing dan bagaimana indeks seperti MSCI Indonesia Value Index berfungsi sangat penting dalam menentukan langkah investasi yang tepat.