Saatnya Menikmati Bond Rally? SRBI Yield Sentuh Titik Terendah Sejak Pertama Terbit!

media-image

Dalam dunia investasi, pergerakan suku bunga dan instrumen pasar uang seperti SRBI (Sertifikat Rupiah Bank Indonesia) sering kali menjadi sinyal penting bagi arah likuiditas dan sentimen pasar. Setelah Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuannya menjadi 5,5% pada Mei 2025, pasar obligasi langsung merespons dengan penyesuaian harga dan yield. Salah satu instrumen yang jadi sorotan minggu ini adalah SRBI, yang mencatatkan yield terendah sejak penerbitan perdananya.

Lelang SRBI 23 Mei 2025: Apa yang Terjadi?

Hasil lelang terbaru SRBI pada 23 Mei menunjukkan dua tren penting:
1. Penerbitan SRBI turun drastis
Dari sebelumnya Rp 18 triliun pekan lalu, kali ini Bank Indonesia hanya menerbitkan Rp 7 triliun SRBI—turun 72% secara mingguan (WoW). Sementara itu, jumlah penawaran (bid) juga turun menjadi Rp 30 triliun (-17% WoW). Mayoritas penerbitan (86%) berasal dari tenor 12 bulan.

2. Yield SRBI kian menurun
Penurunan BI Rate membuat yield SRBI ikut melandai:
Tenor 6 bulan: 6,23% (-17 bps WoW)
Tenor 9 bulan: 6,27% (-17 bps WoW)
Tenor 12 bulan: 6,28% (-19 bps WoW)

AD_4nXfA-YE4DdWfnJnbjYrsCbPkcsaMx1uTMzJQiS3fKKkr3KpRWYCIzBOm5FnmbD0tyRXtimm5MnK0rHZBGQjKxHVNKGd9OeH7EiMJOrL7MuzghD5s1qfzBdOvdPqTI6VgCLCCxS44oQ?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

3. Ini adalah level terendah sejak SRBI pertama kali diterbitkan pada September 2023. Bahkan, yield SRBI 12M kini berada di bawah yield obligasi pemerintah 10 tahun (ID10Y) dengan selisih sekitar 60 bps.

AD_4nXfXHmUP9uS6zv5RQGpv2Lv0uOarRMkgq1dpzsjJEQQLlmmQFnVkhbgNv5RgoMhEwvz-l8mqmsoBu4W94W3EWWKIdiFjAFNaN3wq6lRznI5CYOoEDcMeQe_xKiP_tqw6OE2dWBau?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Apa Dampaknya bagi Pasar Obligasi?

Turunnya penerbitan dan yield SRBI membuka peluang rotasi likuiditas ke pasar obligasi pemerintah (SUN), terutama karena potensi imbal hasilnya kini lebih menarik.
Jumlah SRBI yang jatuh tempo pada kuartal II dan III diperkirakan mencapai:
- Q2/2025: Rp 277 triliun
- Q3/2025: Rp 248 triliun

Jika tren yield SRBI terus menurun dan penerbitan tetap terbatas, maka dana yang kembali dari SRBI kemungkinan besar akan mencari alternatif lain—dan SUN menjadi kandidat utama.
Posisi yield SUN 10 tahun (ID10Y) saat ini berada di level 6,83%, jauh lebih kompetitif dibanding SRBI 12M.

Kesimpulan

Dengan penurunan suku bunga, likuiditas yang mulai melimpah, dan potensi rotasi dana dari SRBI ke SUN, pasar obligasi Indonesia tengah berada dalam fase yang cukup kondusif. Ini bisa jadi momen tepat bagi investor fixed income untuk memperkuat portofolionya.
Jadi, untuk saat ini...
 

Sit back, relax, and enjoy the bond rally!