MSCI Value Index periode November 2025—yang menjadi indeks acuan bagi Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI)—telah melakukan rebalancing terbaru.
Perubahan ini menghasilkan komposisi yang lebih terfokus, didominasi sektor perbankan besar dengan valuasi yang masih berada di area menarik secara historis.
Berikut rangkuman perubahan pentingnya.
1. BBCA Masuk, GOTO Keluar
Rebalancing kali ini memasukkan BBCA sebagai konstituen baru dengan bobot 15,35%, menggantikan GOTO yang sebelumnya memiliki bobot 2,19%.
Masuknya BBCA sekaligus memperkuat eksposur SMSCI terhadap bank-bank besar yang secara fundamental kuat dan konsisten pada profitabilitas tinggi.
2. Empat Bank Besar Sekarang Jadi Penopang SMSCI
Dengan bergabungnya BBCA, kini empat bank besar (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) menempati posisi dominan dengan total bobot 62,4%.
BBRI tetap menjadi kontributor terbesar dengan bobot 24,74%.
Worth noting:
Valuasi keempat bank besar ini berada pada titik rendah 5 tahun terakhir —
Average P/B 2,02x vs 5Y mean 2,57x -> sekitar 27% lebih murah dari rerata historis.
3. Top 5 Emiten = 84% Portfolio
SMSCI kini semakin terpusat pada perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi.
Lima emiten terbesar mewakili 84% dari seluruh isi portofolio.
Worth noting:
Tiga dari lima konstituen tertinggi adalah bank besar dengan proyeksi dividend yield 4%–10%, menawarkan potensi imbal hasil total yang lebih stabil dalam jangka panjang.
4. Penurunan Bobot TLKM & ASII
Dua nama besar, TLKM dan ASII, mengalami penyesuaian bobot masing-masing -3,86% dan -3,12%.
Penurunan ini lebih bersifat teknis, mengikuti kenaikan harga saham keduanya yang sudah cukup kuat tahun ini:
TLKM: +28,8% YTD
ASII: +32,7% YTD
Worth noting:
Meskipun sudah naik signifikan, valuasi kedua saham ini masih berada di salah satu level terendah 10 tahun terakhir, sehingga ruang kenaikan tetap terbuka apabila profitabilitas konsisten.
Efektif 25 November 2025
Seluruh perubahan ini akan resmi berlaku pada 25 November 2025, dan menjadi dasar penyusunan portofolio terbaru SMSCI.
Dengan komposisi yang lebih fokus pada sektor perbankan besar—serta valuasi yang relatif murah secara historis—rebalancing ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi SMSCI dalam menangkap peluang pasar berbasis value di Indonesia.
Learn more about SMSCI here.