Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan tajam sebesar -2,96% dan ditutup di level 6.907. Koreksi ini dibarengi dengan tekanan eksternal: rupiah melemah ke Rp 16.380/USD, dan investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 1,78 triliun di pasar saham.
Namun, di balik pelemahan pasar saham, justru pasar obligasi mulai menunjukkan daya tariknya kembali. Yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun (ID10Y) masih terjaga di level 6,75%, dan dana asing kembali masuk sebesar Rp 3,47 triliun ke SBN (Surat Berharga Negara). Ini jadi sinyal bahwa investor global mulai mencari "tempat berlindung" yang lebih stabil — dan obligasi kembali dilirik.
Di sinilah pentingnya obligasi dalam portofolio: bukan hanya untuk return, tetapi untuk menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko saat pasar saham sedang tidak ramah.
Kenapa Harus Tetap Punya Obligasi?
Kalau melihat data historis 10 tahun terakhir (2015–2025), mengombinasikan saham dan obligasi terbukti mengurangi risiko drawdown secara signifikan. Obligasi berperan sebagai penyeimbang saat pasar ekuitas bergejolak, sehingga performa portofolio keseluruhan bisa tetap optimal — bahkan dalam kondisi penuh ketidakpastian seperti saat ini.
Berikut ini beberapa produk unggulan Syailendra yang bisa kamu pertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio:
Produk Fixed Income: Stabil, Seimbang, dan Siap Hadapi Volatilitas
1. Syailendra Syariah Fixed Income Fund (SSFIF)
Return 1Y: +8,91%
Reksa dana berbasis sukuk korporasi berdurasi pendek dengan rating minimum A. Pilihan tepat bagi investor yang mencari kestabilan dengan prinsip syariah.
2. Syailendra Fixed Income Fund (SFIF)
Return 1Y: +6,34%
Mengalokasikan dana ke obligasi pemerintah berdurasi panjang, cocok untuk menangkap peluang dari tren suku bunga yang berpotensi menurun.
Produk Saham & Campuran: Potensi Tetap Ada, Asal Selektif
3. Syailendra Alpha Focus Equity Fund (SAFE)
Return 1Y: +17,5%
Mengandalkan pendekatan bottom-up yang fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat, tidak sepenuhnya bergantung pada arah IHSG.
4. Syailendra Balanced Opportunity Fund (SBOF)
Return 1Y: +8,2%
Kombinasi 60% saham aktif & 20% obligasi, memberikan fleksibilitas dan stabilitas dalam satu paket investasi.
Don't Just Chase Growth. Protect It.
Di saat pasar sedang fluktuatif, portofolio yang bijak bukan hanya soal mencari imbal hasil tertinggi — tapi juga soal membangun resilience. Obligasi membantu kamu mengurangi gejolak, sambil tetap memberikan potensi hasil yang menarik.
So, why wait? Diversify with purpose. Choose your shelter. And protect your assets.