Why IHSG’s 21% Rally Doesn’t Mean You’re Late

media-image

Dalam waktu hanya 25 hari, IHSG mencatat rebound sebesar +21%, naik dari 5.882 (8 April) ke 7.106. Kenaikan ini tidak hanya menandai turning point penting di pasar saham Indonesia, tapi juga memunculkan pertanyaan: Apakah sekarang sudah terlambat untuk masuk pasar? Here’s why the answer might be no.

Apa yang Mendorong Rebound Ini?

1. Inflow Asing Masif
Pada tanggal 14 dan 15 Mei 2025, tercatat aliran dana asing (foreign inflow) sebesar Rp4,5 triliun, menjadikannya dua hari dengan inflow terbesar sepanjang tahun ini. (Lihat grafik)

AD_4nXeFGf2wRYXC-Ppm6XWkiG87LVzsv0H0L11D8bnHDOeau1_m_T9Od217rgwYO4LdpQ09Mw0bFuP-mr2RJiAv7OsFxrI_sMWKHyRwAXZdE9GoAjQk3vMQ__Y8w7Tq-I4_cJrX7j5qWQ?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Tidak hanya itu, Mei 2025 menjadi bulan pertama yang mencatatkan net inflow asing sebesar Rp1,3 triliun setelah empat bulan berturut-turut (Januari–April) mengalami outflow dengan total Rp50,7 triliun.

2. IDR Ikut Menguat
Aliran dana asing juga menjadi katalis penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam sebulan terakhir, IDR menguat +0,96%, dari Rp16.794 ke Rp16.457/USD. Kombinasi faktor likuiditas dan sentimen menjadi pondasi kuat untuk rebound ini.

Apakah Valuasi IHSG Sudah Mahal?

Meski IHSG melonjak +21%, penting untuk menelaah apakah kenaikan ini mencerminkan valuasi yang sudah terlalu tinggi. Coba lihat data berikut:
- MSCI Indonesia Index (ID), yang mewakili saham-saham big caps, juga naik +18% dalam periode yang sama.
- Namun, valuasi P/E (12M Forward) MSCI ID justru berada di angka 10,3x, atau masih di bawah rata-rata historis 5 tahun (-2 standar deviasi).
- Dengan kata lain: belum mahal.

AD_4nXeQOaEcCSpWkB9gVEGTf4VFWofh7WJVeNJC5MJcWrzXJ3tjzE429o2b8JiiFhd3NjIvEphqb7a6ABN2OVVCthQt__5nRBRFyV_O6uTAsJqqhaochDMv8KDF8moqd0I0-g4PtqMksA?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Facts!
Estimasi pertumbuhan laba per saham (EPS) MSCI ID sepanjang 2025 hanya sekitar +4,9%, yang mencerminkan ekspektasi perlambatan earnings dan sudah cukup diantisipasi oleh investor.

Masih Ada Ruang?
Secara teknikal:
IHSG masih memiliki gap sekitar 11% untuk kembali ke level all-time-high (ATH) di 7.910 pada 19 September 2024.

Secara valuasi:
Jika menggunakan prinsip mean reversion ke rata-rata P/E 5 tahun (14x), maka MSCI ID masih undervalued sekitar 38% dari posisi saat ini.

Namun… investor tetap perlu realistis:
Valuasi bisa naik, tapi apresiasi yang berkelanjutan hanya akan terjadi jika ada perbaikan fundamental ekonomi yang konsisten. Itu artinya, pemulihan struktural ekonomi domestik tetap menjadi syarat utama — dan itu membutuhkan waktu.

Takeaway
Kenaikan IHSG sebesar +21% dalam waktu singkat mungkin terlihat impresif, tapi it doesn’t mean you’re late. Masih ada ruang untuk naik, baik dari sisi teknikal maupun valuasi.
Namun seperti biasa, optimisme perlu diimbangi dengan kehati-hatian. Risiko global, ketidakpastian suku bunga, dan kondisi ekonomi domestik tetap menjadi faktor penting yang harus diawasi.

Keep your eyes on the fundamentals.
Selamat berinvestasi dengan cerdas!